Venezuela Negara Kaya yang Kini Bangkrut dan Terancam

Venezuela Negara Kaya yang Kini Bangkrut dan Terancam

Secara mengejutkan Venezuela yang terkenal sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak bumi besar di dunia, kini sedang dalam kondisi mengenaskan karena diterpa krisis ekonomi super parah. Bahkan diperkirakan dalam waktu dekat, jika krisis ekonomi tersebut tidak juga dapat ditanggulangi, maka negara tersebut akan segera bangkrut.

Memang jika dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah yang juga memiliki cadangan minyak bumi dalam jumlah besar, emas hitam di Veneuela termasuk yang terbaik dan terbesar dari semuanya. Hanya saja, sejak berkuasanya Hugo Chavez dari tahun 1999 sampai dengan 2013 lalu, rakyat Veneuela dininabobokkan dengan subsidi hebat dari pemerintahnya.

Banyak orang di Venezuela menjadi nyaman dan tentram karena mendapatkan subsidi dari pemerintah yang mana dananya diambilkan dari pemasukan hasil penjualan minyak. Bahkan Venezuela menjadi salah satu negara yang kaya raya ketika harga minyak dunia melambung tinggi. Chavez sendiri memberlakukan subsidi tersebut kepada masyarakat Venezuela untuk memangkas tingkat kemiskinan yang mendera negara tersebut sebelumnya.

Sayangnya, setelah Chavez turun dari jabatannya, pada tahun 2014 justru harga minyak dunia jatuh. Di kala pemasukan negara sudah mendekati 0, program subsidi tersebut terus berjalan karena tidak mungkin dihentikan. Imbasnya adalah pemasukan tidak ada, APBD negara mengalami defisit, sedangkan pengeluaran sangat besar. Oleh karenanya, Pemerinhta Venezuela langsung mencetak mata uang Bolivar dalam jumlah besar.

Namun sangat disayangkan karena hal tersebut justru berakibat blunder kepada Venezuela. Ketika krisis ekonomi masih terus berlanjut dan semakin meninggi, super-inflasi menjadi-jadi karena pencetakan Bolivar dalam jumlah banyak itu. Dikarenakannya, Bolivar menjadi tidak laku di mata dunia. Bahkan hanya untuk sebuah tisu toilet saja, di Venezuela dijual dengan harga sekitar Rp 2,6 juta.

krisis venezuela

Kecarutmarutan perekonomian Venezuela di mana uang tunai lama tidak laku dan banyak bank sudah tidak mampu lagi mencetak uang baru, maka lahir satu komunitas besar bernama El Panal 2021. Komunitas ini mencetak uang sendiri yang dinamakan Panal untuk digunakan di masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa sekarang ini ada uang resmi Venezuela yaitu Bolivar dan juga uang tak resmi yaitu Panal.

Hanya saja, untuk memiliki Panal ini, orang-orang harus mendapatkannya dari pertukaran di pasar gelap yang nantinya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Hanya saja, tidak semua barang dapat ditukar dengan Panal tersebut karena sejauh ini baru kebutuhan pokok saja, sedangkan barang-barang elektronik atau sejenisnya baru dapat dibeli jika menggunakan Bolivar.

Selain itu, sisi perekonomian Venezuela diperparah dengan tingkat pembayaran utang negara tersebut semakin menurun dan melemah. Bahkan dapat dikatakan dalam beberapa tahun ke depan, belum ada kemungkinan Venezuela mampu membayar utannya yang hampir mencapai USD 5 miliar sampai saat ini, belum lagi dengan tambahan bunganya yang terus naik.

Dengan kondisi yang serba miris tersebut, negara hanya memiliki 2 opsi saja yang sangat bertolak belakang namun harus segera diambil keputusan, yaitu harus membayar utang tersebut agar bunganya tidak terus membengkak atau membeli kebutuhan untuk warganya. Di sisi lain, Venezuela sendiri masih memiliki sedikit cadangan devisa berupa emas, hanya saja nilai tukarnya juga tidak dapat dipastikan karena harganya mengikuti pasar dunia.

Dikarenakan hal itu, banyak warga Venezuela yang memutuskan untuk pindah ke negara lain, seperti Brasil, Peru dan negara-negara yang berdekatan agar mendapatkan kepastian untuk masa depan mereka. Sayangnya, sekarang ini justru banyak negara-negara yang berbatasan langsung dengan Venezuela langsung memberlakukan pemblokiran dan penutupan akses masuk ke negara mereka agar tidak kebanjiran pengungsi.