Trump Terancam Diturunkan Paksa Sebagai Presiden Amerika

Trump Terancam Diturunkan Paksa Sebagai Presiden Amerika

Sejak resmi menjabat menjadi Presiden Amerika Serikat melalui jalan konstitusi secara sah, Donald Trump kerap mendapatkan serangan dari berbagai pihak karena menganggap keputusan-keputusan yang dibuatnya sangat kontroversial dan dapat memicu pertikaian dari sejumlah pihak.

Salah satu keputusan yang dianggap paling kontroversial adalah berencana membuat tembok untuk membatasi Meksiko dengan Amerika Serikat agar tidak ada lagi imigran-imigran gelap yang masuk ke negaranya. Selain itu, masih ada banyak lagi hal-hal negatif yang dibuat oleh orang nomor satu di Amerika Serikat itu.

Dan baru-baru ini, mantan pengacaranya, Michael Cohen, juga menuding bahwa Trump melakukan penyalahgunaan dana kampanye untuk menutup mulut mantan model Playboy bernama Katherine McDougal. Penutupan mulut tersebut agar McDougal tidak membocorkan informasi apapun terkait skandal Trump dengan dirinya.

Dengan kontroversi-kontroversi yang diciptakannya serta skandal memalukan yang dilakukanyna, menurut beberapa pengamat politik, Trump dapat saja sewaktu-waktu dicopot dari jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat.

Namun ketika kabar tersebut sampai ke telinganya sendiri, Trump mengatakan bahwa justru jika dia dicopot dari jabatannya sekarang atau nanti, maka akan membawa dampak buruk terhadap perekonomian Amerika Serikat. Trump mengatakan bahwa jika dia diberhentikan sebagai presiden, maka Amerika Serikat akan tumbang, akan terjadi pergejolakan di pasar dunia dan banyak orang atau negara yang langsung menjadi miskin.

Trump sendiri juga akan merasa sangat heran bagaimana bisa dirinya yang menurutnya sendiri adalah pahlawan Amerika Serikat, justru harus dituding sebgai seorang penjahat dan harus lengser dari posisiny sebagai presiden.

Donald Trump

“Saya tidak habis pikir kenapa ada anggapan bahwa saya melakukan hal yang buruk dan harus diturunkan. Saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran orang-orang itu dengan memakzulkan orang yang sangat hebat dengan hasil pekerjaan yang tak kalah hebatnya lagi,” ungkap Trump.

Terkait dengan tudingan Cohen, Trump sendiri hanya tersenyum sinis dan mengatakan bahwa itu adalah tindakan wajar yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak menyukainya dan langsung memberikan stempel buruk kepadanya.

“Dia (Cohen) sengaja mengatakan hal yang tidak ada buktinya seperti itu hanya untuk menutupi kesalahannya dan meminta pembebasan bersyarat, serta tanda bahwa memang dia tidak menyukai saya,” lanjut Trump.

Seperti yang diketahui, Cohen sekarang ini sedang menghadapi tuntutan hukum serius karena dituding telah melakukan kampanye ilegal untuk memenangkan calon yang diusungnya, melakukan penyelewengan dana kampanye serta penggelapan uang dari bank dan pajak.

Dan dipastikan akan ada banyak pihak yang sangat senang jika Trump benar-benar diturunkan dari jabatannya, seperti contohnya orang-orang berkulit hitam yang sudah bertahun-tahun hidup atau bahkan lahir di Amerika Serikat dan kemudian mendapatkan perlakukan miring sejak Trump menjabat, orang-orang beragama Islam sampai dengan para pelaku usaha di bidang media yang sudah menyatakan perang terhadap orang nomor satu Amerika Serikat itu.

Selain orang-orang di dalam Amerika Serikat sendiri, ada banyak pula orang-orang dari negara lain yang juga sudah tidak lagi menaruh respek kepada Negeri Paman Sam itu sejak dipimpin oleh Trump. Bahkan pihak NATO yang selama ini menjadi sekutu Amerika Serikat, beberapa hari lalu juga membuat maklumat tegas agar Trump menghormati setiap negara yang ada di dalamnya dan tidak seenaknya sendiri melakukan aksi.

Hanya saja, dengan serangkaian hal negatif yang dialamatkan kepadanya, Trump masih tetap santai dalam menanggapinya dan tidak terlalu memberikan angin untuk menjawab semua tudingan dan rasa ketidaksukaan kepadanya itu.