John McCain Menghembuskan Napas Terakhir Karena Kanker Otak

John McCain Menghembuskan Napas Terakhir Karena Kanker Otak

Sebuah berita cukup mengejutkan datang dari Negara Paman Sam, seorang yang juga pernah menjadi kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik pada tahun 2008 lalu, John Sidney McCain III atau lebih dikenal dengan nama John McCain itu menghembuskan napas terakhirnya karena penyakit kanker otak yang sudah lama dideritanya.

Memang sebelum meninggal dunia, McCain sempat ditawari untuk menjalani pengobatan lanjutan namun justru ditolak olehnya. Dan akhirnya, pada hari Sabtu (25/8) kemarin, pukul 16.28 waktu setempat, McCain dinyatakan meninggal dunia di usianya yang menginjak 81 tahun.

McCain didiagnosis memiliki kanker pada otaknya kali pertama diketahui pada bulan Juli 2017 lalu dan sempat melakukan operasi untuk mengeluarkan gumpalan darah beku yang sudah memenuhi daerah di atas mata sebelah kirinya.

Menurut pihak medis, kanker otak yang diderita McCain ini dikenal dengan nama gliblastoma yang mana memiliki sifat agresif dan terus berkembang untuk menggerogoti setiap organ manusia yang dihinggapinya.

Pihak keluarga McCain pun mengatakan bahwa keputusan pria yang kabarnya pernah menjadi tawanan perang di Hanoi, Vietnam tersebut untuk tidak lagi meneruskan pengobatan diambil satu hari sebelum kematiannya itu. Menurut keluarganya, McCain merasa dirinya sudah tidak ada kemungkinan untuk hidup lebih lama, lantara semakin menggerogotinya kanker tersebut dan juga usianya yang tidak lagi muda. Oleh karena itu, McCain memilih untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

“Dia bersikeras untuk tidak mau meneruskan pengobatan karena perkembangan penyakit yang dideritanya sudah semakin membahayakan dan dirinya sudah semakin tua. Maka tidak ada cara lain yang dapat dilakukan,” ungkap pihak keluarga.

Dan dalam masa-masa terakhirnya, McCain hanya didampingin oleh sang istri, Cindy dan juga beberapa keluarga lainnya. Sesaat setelah McCain meninggal dunia, Cindy langsung mengungkapkan perasaan sedihnya melalui akun Twitter pribadinya.

John Sidney McCain

“Saya sangat bersedih, tapi saya sangat beruntung untuk bersanding dengan laki-laki luar biasa selama 38 tahun,” tulis Cindy dalam akun Twitternya.

Tidak hanya Cindy saja, Meghan selaku anak kandung McCain juga menumpahkan segala kesedihannya pada akun Twitternya sendiri. Dia mengatakan bahwa McCain adalah sosok ayah yang sangat bagus karena selain membesarkan, dia juga mengajari, mengoreksi, menyemangati, menghibur dan memberikan dukungan apapun kepadanya untuk menapaki setiap alur kehidupan.

“Dia tidak pernah putus asa dan terus membimbing saya dari seorang gadis yang masih kecil sampai menjadi seperti sekarang, seorang wanita dewasa.

Terkait dengan kematian McCain tersebut, banyak pihak dan tokoh-tokoh terkenal yang langsung memberikan ucapan bela sungkawan atau duka cita, termasuk dari Barack Obama yang pernah menjadi lawannya dalam pilpres pada tahun 2008 dan juga Presiden Amerika Serikat sekarang, Donald Trump.

Satu hal yang cukup mengejutkan adalah selama ini McCain dan Trump terlibat perang dingin yang berkepanjangan, namun ketika sang lawan meninggal dunia, Trump langsung memberikan penghormatan terakhirnya walaupun hanya disampaikan melalui akun Twitter pribadinya saja.

“Rasa hormat dan juga simpati tinggi dihaturkan terhadap para keluarga Senator John McCain. Kami berdoa untuknya (McCain),” tulis Trump dalam akun Twitternya.

Selain Trump dan Obama, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau juga mengucapkan rasa duka citanya melalui akun Twitter yang dimilikinya. Trudeau mengatakan bahwa McCain boleh saja meninggal, akan tetapi segala perjuangannya akan terus dikenang, hidup dan menjadi inspirasi semua orang. Sebagai rumah terakhirnya, McCain disemayamkan di United States Naval Academy Cemetery, Annapolis, Maryland, Amerika Serikat.