Arab Saudi dan Kanada Sama-sama Ngotot Pertahankan Keinginan

Arab Saudi dan Kanada Sama-sama Ngotot Pertahankan Keinginan

Bermula dari pernyataan Presiden Kanada, Justin Treudeau dan Kementerian Luar Negeri Kanada yang memberikan sorotan serta kritik kepada Pemerintahan Arab Saudi karena telah menahan sejumlah aktivis hak asasi perempuan serta banyak orang sipil lainnya karena dianggap telah mengganggu kepentingan umum.

Memang sebelumnya terjadi aksi demonstrasi yang digalang oleh kelompok aktivis hak asasi perempuan di Arab Saudi untuk mengkritik dan memperjuangkan hak-hak perempuan di negara tersebut. Salah satu aktivis yang ditangkap adalah Samar Badawi. Dia ditangkap bersama banyak aktivis lainnya pada tanggal 1 Agustus 2018 kemarin.

Dikarenakan hal itulah, pihak Kanada memandang ada yang aneh sedang dilakukan Pemerinhah Arab Saudi sampai harus menahan para aktivis itu. Oleh karenanya, pihak Kanada menyarankan agar Pemerintah Arab Saudi membebaskan para aktivis tersebut karena memang mereka hanya menyuarakan dan memperjuangkan haknya saja dan tidak membuat kerusuhan yang membahayakan negara.

Treudeau mengatakan bahwa sejauh ini memang Kanada adalah negara yang menghormati kebebasan berpendapat dan juga hak asasi manusia baik di negaranya sendiri ataupun di negara lain. Oleh karenanya, ketika melihat ada pelanggaran hak asasi seperti itu, maka mereka langsung bereaksi dan Treudeau menegaskan akan tetap memberikan dukungan kepada para aktivis tersebut.

Sayangnya, justru apa yang dilontarkan oleh Treudeau dan pihak Pemerintahan Kanada dianggap mencampuri urusan dalam negeri Arab Saudi. Dan akhirnya, Pemerintah Arab Saudi langsung menjadi geram dan berimbas pada pengusiran Duta Besar Kanada serta membebukan semua jenis kerja sama dagang sampai dengan investasi bisnis lainnya antara kedua negara.

Pihak Pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa mereka terpaksa melakukan tindakan tegas karena menganggap bahwa apa yang telah dilakukan Kanada adalah bentuk dari penghinaan kepada suatu negara yang sah dan tentu saja mencampuri kedaulatan Arab Saudi. Untuk itu, pihak Arab Saudi merasa berhak melakukan tindakan yang menurut mereka pantas untuk dilakukan.

Arab Saudi dan Kanada

Selain memulangkan Duta Besar Kanada ke negaranya dan juga memutuskan semua hubungan diplomatik serta ekonomik, Arab Saudi juga memberikan larangan kepada warganya untuk datang ke negara tersebut. Bahkan Arab Saudir juga melarang ada maskapai di negaranya terbang ke Kanada ataupun juga sebaliknya armada dari Kanada yang datang ke negaranya.

Tidak ingin hanya tinggal diam saja, Pemerintah Kanada langsung melakukan hal serupa dengan mengusir lebih dari 8 ribu pelajar yang sedang menuntut ilmu di negaranya untuk pulang. Diberikan batas waktu sampai tanggal 31 Agustus 2018 mendatang bagi semua pelajar dari Arab Saudi untuk meninggalkan Kanada.

Aksi tersebut justru membuat Pemerintah Arab Saudi lebih geram lagi. Negara tersebut langsung menghentikan banyak program kesehatan untuk warganya yang ada di Kanada dan kemudian menarik semua pasien yang masih memiliki kewarganegaraan Arab Saudi untuk pindah dan berobat ke negara lain atau pulang ke negaranya asal bukan di Kanada.

Pihak Arab Saudi sendiri hanya menginginkan agar Pemerintah Kanada menarik ucapan mereka dan meminta maaf telah mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Sayangnya, justru Pemerintah Kanada masih bersikukuh dengan keputusannya dan tidak mau menarik ucapan apalagi sampai harus meminta maaf kepada Arab Saudi.

Belum diketahui konflik diplomatik ini akan berlangsung sampai kapan, hanya saja banyak orang yang merasa dirugikan dengan perseteruan dua negara ini, termasuk di antaranya adalah orang-orang yang sudah lama tinggal atau memiliki urusan baik di Arab Saudi atau di Kanada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *