Aksi Penembakan Terjadi di Kerumuman Orang yang Menonton

Aksi Penembakan Terjadi di Kerumuman Orang yang Menonton

Kembali satu aksi gila terjadi di Amerika Serikat, tepatnya di Mall Jacksonville Landing, Jacksonvilla, Florida, Amerika Serikat. Aksi gila yang dimaksud adalah ada sebuah insiden penembakan yang mana terjadi pada hari Minggu (26/8) kemarin di sebuah tempat berlangsungnya kompetisi game di Jacksonville’s GLHF Game Bar.

Menurut kesaksian banyak orang, sang pelakuyang diketahui bernama David Katz (24) datang ke tempat tersebut untuk menyaksikan kompetisi eSport  yang sudah masuk ke babak kualifikasi itu. Namun tidak diketahui kenapa, tiba-tiba saja David langsung mencabut senjata apinya dan menodongkan ke peserta lainnya sembari perlahan mundur.

Tidak hanya mundur dan pergi begitu saja, David langsung memuntahkan tembakan ke kerumunan orang yang juga sedang menonton kompetisi yang sedang berlangsung itu.

Tentu saja, dikarenakan banyaknya orang yang berada di tempat tersebut, maka sengawur apapun sang pelaku menembakkan senjata apinya, maka akan tetap mengenai korban.Tercatat ada 3 orang tewas, termasuk David sendiri yang akhirnya memutuskan untuk menembak dirinya sendiri seusai melakukan aksi gilanya itu. Selain 3 orang yang tewas tersebut, ada sedikitnya 11 orang terluka karena tertembus peluru atau hanya tergores saja.

Salah satu saksi dan juga menjadi korban luka dalam insiden tersebut, Drini Gjoka, mengatakan bahwa dia terkena tembak di bagian tangan. Gjoka mengaku sangat shock akan kejadian itu dan merasa segala hal menjadi buruk hanya dalam hitungan detik. Gjoka sendiri termasuk salah satu kontestan dalam kompetisi tersebut.

Siswi di Florida

Sampai saat ini, masih belum diketahui kenapa David melakukan aksinya itu, padahal dia sendiri juga pernah mengikuti ajang ini dan menjadi pemenang pada tahun 2017 lalu. Namun menurut perkiraan beberapa orang, David melakukan aksinya itu karena kalah dan harus tersingkir dalam kompetisi di tahun 2018 ini. Karena jengkel dan marah, akhirnya dia meluapkan kekecewaannya itu dengan cara melakukan tindakan tersebut.

Dengan terjadinya aksi gila itu, maka sampai sekarang sudah ada beberapa kali aksi serupa yang terjadi di Florida dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Februari 2018 lalu juga ada aksi serupa yang dilakukan di SMA Stoneman Douglas, Parkland, Florida. Dalam insiden tersebut, ada 17 orang dinyatakan tewas yang terdiri dari siswa dan guru serta lusinan lagi yang terluka.

Setelah itu, ada pula aksi penembakan di Forest High School, Ocala, Florida. Dalam insiden tersebut, tidak ada yang tewas dan hanya seorang saja yang mengalami luka, karena tertembak pada bagian angkle kakinya. Insiden tersebut terjadi pada bulan April 2018 dan pada tepat pada tanggal 17 Agustus 2018 kemarin, ada ancaman pembunuhan dan penembakan massal yang akan dilakukan di Palm Beach Central High School, Florida. Ancaman tersebut ditulis di dinding kamar mandi yang tentu saja sontak membuat banyak orang takut dan memutuskan untuk tidak mendekati area tersebut.

Tidak hanya di Florida saja, ada banyak kejadian serupa yang terjadi dalam beberapa tahun ini di Amerika Serikat. Banyak pihak menuntut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk segera mengesahkan aturan kepemilikan senjata api.

Walaupun sampai sekarang belum diketahui motifnya, namun pihak kepolisian Jacksonville mengatakan bahwa ada 3 orang tewas dalam kejadian tersebut, 2 adalah orang lokal dan seorang lagi adalah sang penembak yang diidentifikasi bernama David Katz (24) itu sendiri. Selain itu, ada setidaknya 11 orang terluka akibat aksi tersebut.

Pada saat itu memang sedang diadakan kompetisi video game yang mana terletak di lantai bawah mall dan sang pelaku mulai memuntahkan peluru dari senjata api yang dimilikinya dari arah Chicago Pizza.